Kamis, 22 Februari 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Kamis, 22 Februari 2018

Kamis, 22 Februari 2018
by

Percikan Nas
Kamis, 22 Februari 2018
Pesta Takhta St. Petrus
warna liturgi Putih

Bacaan-bacaan:
1Ptr. 5:1-4; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Mat. 16:13-19. BcO Kis. 11:1-18 atau 1Kor. 12:1-11.

Nas Injil:
13 Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” 14 Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” 15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” 16 Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” 17 Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. 18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. 19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

Percikan Nas
Hari ini kita merayakan pesta tahta St. Petrus. Sabda Yesus kepada Petrus, “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga” (Mat 16:18-19).
Ada dua kuasa yang dikenakan Yesus kepada Petrus. Pertama dia adalah batu karang yang di atasnya Yesus akan mendirikan jemaat-Nya dan alam maut tak akan menguasai. Petrus bisa dikatakan menjaga jemaat Kristus dari kekuasaan alam maut. Kedua kunci Kerajaan Sorga diberikan kepada Petrus. Petrus mempunyai wewenang membawa kunci surga. Ia bisa membuka atau menutup pintu surga bagi yang mau masuk.
Layak rasanya sekarang ini kita pesta atas tahta St. Petrus, pribadi sederhana yang dipilih Tuhan untuk tugas yang luar biasa. Kiranya kita pun layak meneladani Petrus agar kita pun bisa menjaga kehidupan beriman dan membebaskan diri dari kuasa maut dan layak memasuki pintu surga.

Doa:
Bapa terimakasih atas rahmat kepada St. Petrus yang secara turun menurun menjaga kami dari kuasa maut dan mendekatkan diri dengan pintu surga-Mu. Dampingilah para pengganti St. Petrus agar mereka sungguh bisa menjagai iman kami kepada-Mu. Amin.
(goeng)

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: