Kamis, 01 Maret 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Kamis, 01 Maret 2018

Kamis, 01 Maret 2018
by

Percikan Nas
Kamis, 01 Maret 2018
Hari Biasa Pekan II Prapaskah
warna liturgi Ungu

Bacaan-bacaan:
Yer. 17:5-10; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Luk. 16:19-31. BcO Kel. 18:13-27.

Nas Injil:
19 “Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. 20 Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, 21 dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya. 22 Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. 23 Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. 24 Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. 25 Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. 26 Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang. 27 Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, 28 sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. 29 Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu. 30 Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat. 31 Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.”

Percikan Nas
Ketika menghadapi kenyataan bahwa dirinya di alam siksaan abadi si kaya minta Abraham untuk mengutus orang mengingatkan saudara-saudaranya yang masih berjiarah di dunia. Namun Abraham menolak, “Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati” (Luk 16:31).
Jawaban Abraham ini mengindikasikan pada saya bahwa ada orang yang tidak mudah percaya akan kesaksian-kesaksian apapun dari orang lain. Sebaik apapun kesaksian dan para saksi akan ditolak. Sebenarnya Tuhan telah menyiapkan banyak saksi dan kesaksian tanpa harus diminta. Mereka yang mau mendengarkan dan melaksanakan akan hidup, merekA yang mengabaikan akan sengsara abadi.
Apa ta tantangan kita untuk mendengarkan dan melaksanakan kesaksian? Apa yang membuat kita mudah mendengarkan kesaksian?

Doa:
Tuhan semoga aku mempunyai keterbukaan untuk menangkap kesaksian-Mu. Semoga aku tidak tegar hati menerima warta yang berbeda dengan keinginan dan kebiasaanku. Amin.
(goeng)

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: