Kamis, 01 Februari 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Kamis, 01 Februari 2018

Kamis, 01 Februari 2018
by

Percikan Nas
Kamis, 01 Februari 2018
Marie Anna Vaillot, Odilia Baumgarten, Kandelaria dr St. Yosef
warna liturgi Hijau

Bacaan-bacaan:
1Raj. 2:1-4,10-12; MT. 1Taw. 29:10,11ab,11d-12a,12bcd; Mrk. 6:7-13. BcO Kej. 32:3-30.

Nas Injil:
7 Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, 8 dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan, 9 boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju. 10 Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: “Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu. 11 Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka.” 12 Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, 13 dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.

Percikan:
Yesus mengutus kedua belas murid untuk berdua-dua untuk memberikan pertobatan dan penyembuhan orang sakit dan pengusiran setan. Mereka pun diberi pesan bagaimana menghadapi orang yang menerima dan menolak.
Ada banyak maksud baik yang kita bawa dalam kehidupan ini. Namun tidak semua maksud baik kita diterima dengan baik oleh orang lain. Sering maksud baik kita disalahmengerti bahkan ditolak. Tidak jarang kita menggerutu kala maksud baik kita ditolak. Kiranya kita bisa belajar dan mengendapkan sabda Tuhan, “Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu. Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka” ( Mrk 6:10-11).
Bagaimana menjaga niat baik kala niat baik kita ditolak di suatu tempat? Rasa dan pikiran apa yang perlu kita bangun kala mengalami penolakan?

Doa:
Tuhan semoga aku mampu terus menjaga maksud baikku ketika itu ditolak di suatu tempat. Semoga aku tetap setia menghadirkan maksud baikku walau harus berpindah ke tempat lain. Amin.
(goeng)

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: