Jumat, 24 Agustus 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Jumat, 24 Agustus 2018

Jumat, 24 Agustus 2018
by

Percikan Nas
Jumat, 24 Agustus 2018
Pesta St. Bartolomeus Rasul
warna liturgi Merah

Bacaan-bacaan:
Why. 21:9b-14; Mzm. 145:10-11,12-13ab,17-18; Yoh. 1:45-51. BcO Kis. 5:12-32 atau 1Kor. 1:17-2:5 atau 1Kor. 4:1-16.

Nas Injil:
45 Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.” 46 Kata Natanael kepadanya: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” 47 Kata Filipus kepadanya: “Mari dan lihatlah!” Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!” 48 Kata Natanael kepada-Nya: “Bagaimana Engkau mengenal aku?” Jawab Yesus kepadanya: “Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.” 49 Kata Natanael kepada-Nya: “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!” 50 Yesus menjawab, kata-Nya: “Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu.” 51 Lalu kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.”

Percikan Nas:
Ada hal menarik di hati saya dengan perkataan Filipus ini, “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret” (Yoh 1:45). Di situ dikatakan Yesus, anak Yusuf dari Nasaret. Keberadaan Yesus sebagai anak Yusuf dari Nasaret sudah disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi. Filipus meyakini Yesus sang anak Yusuf ini sebagai Dia yang telah ditentukan.
Mengenali seseorang ternyata tidak sekedar karena ia sedarah atau karena ia tinggal berdekatan dengan kita. Mengenali seseorang bisa dengan bacaan-bacaan tentang orang tersebut. Bacaan kita tentang orang tertentu malah terasa bikin kita menghargai orang tersebut. Sebaliknya kedekatan tinggal malah sering memudarkan pesona mereka yang hebat.
Kita bisa mengenal Tuhan dengan lebih dalam kalau kita pun mau membaca tulisan-tulisan tentang Dia. Ada banyak hal mengagumkan akan terasa kala kita membacanya. Aneka variasi penemuan orang akan membuka sisi-sisi pengetahuan kita yang masih gelap.

Doa:
Tuhan pesona-Mu begitu kuat memancar dalam hidup kami. Semoga kami pun terus mampu menemukan rasa kagum kami kepada-Mu. Amin.

Membaca untuk mengenal
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: