Jumat, 20 April 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Jumat, 20 April 2018

Jumat, 20 April 2018
by

Percikan Nas
Jumat, 20 April 2018
Hari Biasa Pekan III Paskah
warna liturgi Putih

Bacaan-bacaan:
Kis. 9:1-20; Mzm. 117:1,2; Yoh. 6:52-59. BcO Kis. 10:34-11:4,18.

Nas Injil:
52 Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: “Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan.” 53 Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. 54 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. 55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. 56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. 57 Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. 58 Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.” 59 Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat.

Percikan Nas
Orang-orang Yahudi bingung bagaimana mungkin mereka harus memakan daging dan minum darah-Nya. Bagi mereka pernyataan Yesus ini tidak masuk akal. Namun Yesus tetap mengatakan bahwa mereka mesti makan daging dan darah-Nya. Mereka yang makan daging dan darah-Nya tinggal di dalam Dia dan Dia tinggal bersama mereka.
Memang tidak mudah dimengerti bila pengertian tersebut berangkat dari sudut pandang harafiah. Ada banyak hal yang bisa dipakai untuk menerangkan apa maksud kata-kata Yesus ini. Saya mencoba mengerti dari sisi ini: dengan pernyataan tersebut Yesus mengundang jemaat untuk mempelajari, memasukkan, mencerna sabda dan karya Yesus secara mendalam. Tindakan tersebut merupakan tindakan makan daging dan minum darah Anak Manusia.
Menyantap sabda dan karya Yesus memasukkan kita pada karya keselamatan Tuhan. Semakin tekun dan kuat kita lakukan , semakin hidup peziarahan kita. Maka baik kiranya kita terus menerus mendekati Yesus. Marilah kita mohon kepada Tuhan agar berkenan tinggal di dalam diri kita.

Doa:
Tuhan tinggallah di dalam hidupku. Bersemayamlah di hatiku. Semoga makin hari aku mengenali sabda dam karya-Mu. Harapannya, kami pun layak dan berani menjadi saksi-Mu. Amin.

Tinggal dalam sabda dan karya Tuhan.
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: