Jumat, 17 Agustus 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Jumat, 17 Agustus 2018

Jumat, 17 Agustus 2018
by

Percikan Nas
Jumat, 17 Agustus 2018
HARI RAYA KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA
warna liturgi Putih

Bacaan-bacaan:
Sir. 10:1-8; Mzm. 101:1a,2ac, 3a,6-7; 1Ptr. 2:13-17; Mat. 22:15-21. BcO Gal. 5:1-26.

Nas Injil:
15 Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. 16 Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. 17 Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?” 18 Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: “Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? 19 Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.” Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya. 20 Maka Ia bertanya kepada mereka: “Gambar dan tulisan siapakah ini?” 21 Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

Percikan Nas:
Dalam pidatonya salah seorang pemimpin lembaga di negara menyinggung kebijakan dan tindakan yang dilakukan pemerintah. Kecenderungannya mau mengatakan apa yang dilakukan pemerintah salah dan merugikan rakyat. Pemerintahpun menjawab dengan gampang bahwa itu beban yang harus ditanggung karena kebijakan masa lalu. Ironisnya pengritik tersebut adalah bagian dari masa lalu tersebt.
Orang-orang berusaha menjebak Yesus untuk menjerat Yesus. Mereka memasang jebakan-jebakan dengan pertanyaan-pertanyaan yang rumit. Namun Yesus mampu mengatasi jebakan-jebakan tersebut dan malah jawabannya mematikan si penanya. Namun namanya juga ingin menghancurkan maka sekalipun terjawab dengan baik mereka tetap cari cara untuk menghancurkan Yesus.
Ada orang-orang yang dari hatinya memang pingin menghancurkan sesamanya atau yang disebut lawannya. Apa pun yang dilakukan akan selalu disoroti dan kalau bisa digunakan untuk menghancurkan. Jangankan kesalahan, hal baik pun akan dipakai untuk nenyerang. Kita mesti waspada dengan orang-orang yang berhati seperti itu. Niat jahat mereka semakin hari semakin brutal. Jangan sampai kita hanyut dalam jebakan jahat.

Doa:
Bapa berkatilah orang-orang baik. Jagailah kata-kata dan tindakan mereka. Jangan biarkan mereka ada dalam jerat jebakan orang-orang jahat. Jagailah pula kami jangan sampai jatuh dalam pelukan yang jahat. Amin. Merdeka.

Jebakan jahat.
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: