Jumat, 16 Februari 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Jumat, 16 Februari 2018

Jumat, 16 Februari 2018
by

Percikan Nas
Jumat, 16 Februari 2018
Simon de Cascia
warna liturgi Ungu

Bacaan-bacaan:
Yes. 58:1-9a; Mzm. 51:3-4,5-6a,18-19; Mat. 9:14-15. BcO Kel. 2:1-22.

Nas Injil:
14 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” 15 Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.

Percikan Nas
Yesus menghubungkan puasa dengan dukacita. “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa” (Mat 9:15). Puasa berlangsung dalam suasana dukacita. Lalu mengapa kita sekarang berpuasa? Dukacita apa yang kita alami?
Masa prapaskah merupakan masa bagi kita untuk merenungkan keberdosaan kita. Kita berduka atas dosa-dosa kita. Maka kiranya masa ini sungguh menjadi kesempatan yang baik untuk berpuasa dan berpantang. Dengan puasa dan pantang kita memohon Tuhan membangkitkan kita bersama Kristus.
Bagaimana jalannya puasa dan pantang anda? Selamat berpantang di hari ini.

Doa:
Tuhan semoga aku sungguh bisa bermatiraga untuk kebaikan hidupku dan kasih pada sesama. Amin.
(goeng)

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: