Jumat, 15 Juni 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Jumat, 15 Juni 2018

Jumat, 15 Juni 2018
by

Percikan Nas
Jumat, 15 Juni 2018
Hari Biasa
warna liturgi Hijau

Bacaan-bacaan:
1Raj. 19:9a,11-16; Mzm. 27:7-8a,8b-9abc,13-14; Mat. 5:27-32. BcO Flp. 3:17-4:9.

Nas Injil:
27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. 28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. 29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. 30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka. 31 Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya. 32 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.

Percikan Nas:
Hari ini kita mendengar sabda yang sangat tegas, “jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka” (Mat 5:29). Pada ayat 30 Ia pun omong tentang tangan yang menyesatkan supaya diperlakukan seperti itu juga.
Penyesatan umumnya dilakukan oleh orang lain. Orang memberikan ceramah, kotbah, wawancara yang memikat padal menyesatkan. Bahkan ada pula lembaga survey, suatu lembaga yang mestinya dipercaya, sengaja membuat survey yang menyesatkan demi kepentingannya. Namun ternyata penyesatan itu bisa juga dilakukan oleh indera dan anggota tubuh kita. Mata bisa menuntun, tangan dan kaki bisa menggerakkan kita pada kesesatan.
Penyesatan itu pun bisa berlansung secara halus maupun kasar. Di negeri kita ini cukup lucu karena orang tidak malu menyesatkan orang lain dengan kasar. Tokoh-tokoh, yang katanya besar, membesarkan mulut penyesatannya. Lucu lagi karena mereka dibela juga oleh banyak orang….. ck ck ck. Namun ada juga yang dilakukan secara halus. Terhadap hal ini kita sungguh jauh mesti lebih waspada, karena kita sulit mengenali dan kalau terjadi membuat korbannya sudah jauh tersesat dan menyesal.

Doa:
Tuhan aku berada dalam dunia yang penuh dengan kepentingan manusia. Kepentingan ini saling berebut dan mempengaruhi. Bantulah aku agar bisa memilah dan memilih dengan baik. Terangi jalanku agar aku tidak tersesat. Amin.

Sesat.
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: