Jumat, 14 September 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Jumat, 14 September 2018

Jumat, 14 September 2018
by

Percikan Nas
Jumat, 14 September 2018
Pesta Salib Suci
warna liturgi Merah

Bacaan-bacaan:
Bil. 21:4-9; Mzm. 78:1-2,34-35,36-37,38; Flp. 2:6-11; Yoh. 3:13-17. BcO Gal. 2:19-3:7,13-14; 6:14-18 Est. 1:1-3,9-16,19; 2:5-10,16-17.

Nas Injil:
13 Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. 14 Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, 15 supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. 16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. 17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

Percikan Nas:
Salah satu tanda yang mencirikan seseorang disebut katolik adalah tanda salib. Setiap mengawali dan mengakhiri doa kita sebagai orang katolik selalu membuat tanda salib. Banyak kali tanda ini kita buat setiap harinya.
Hari ini adalah hari pesta Salib Suci. Gereja mengajak kita untuk melihat kembali makna salib dalam hidup kita. Salib merupakan tanda karunia Allah yang begitu besar pada umat manusia. Ia menyerahkan Anak-Nya agar manusia memperoleh keselamatan dan hidup kekal. Penyerahan ini demi keselamatan umat manusia. Maka salib menjadi tanda keselamatan yang berasal dari Allah.
Mengenakan tanda salib, memakai kalung salib dan berdoa di hadapan salib berarti kita mengenakan kembali keselamatan yang telah dianugerahkan Tuhan. Kiranya layak kalau kita menjalani itu dengan sikap hormat. Rasanya kita juga tidak perlu tergesa-gesa kala harus membuat tanda salib. Kita perlu resapkan sungguh rumusan Trinitaris dan gerakan membuat tanda tersebut. Mari kita pestakan Salib Suci dengan rasa hormat yang mendalam terhadap salib tersebut. Tuhan menganugerahkan keselamatan kepada kita.

Doa:
Tuhan kami bersyukur atas kemurahan hati-Mu. Engkau menyelamatkan kami dengan salib suci Putea-Mu. Semoga kami makin bisa meresapkan makna salib dalam hidup kami. Amin.

Salib Suci

September adalah Bulan Kitab Suci
“Ayo rajin baca Kitab Suci”
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: