Jumat, 06 Juli 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Jumat, 06 Juli 2018

Jumat, 06 Juli 2018
by

Percikan Nas
Jumat, 06 Juli 2018
Maria Goretti
warna liturgi Hijau

Bacaan-bacaan:
Am. 8:4-6,9-12; Mzm. 119:2,10,20,30,40,131; Mat. 9:9-13. BcO Neh. 12:27-47.

Nas Injil:
9 Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.” Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. 10 Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. 11 Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” 12 Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. 13 Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

Percikan Nas:
Tuhan memanggil Mateus. Setelah itu Ia pun makan bersama para pemungut cukai dan orang berdosa. Orang Farisi terusik dengan tindakan Yesus ini. Bagi mereka aneh, mungkin najis, makan bersama orang berdosa. Ternyata Yesus melakukan itu karena punya alasan yang mendasar, “Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” (Mat 9:13).
Suatu tindakan memang perlu dilandasi dengan alasan yang kuat. Terutama diri sendiri perlu tahu mengapa ia melakukan suatu tindakan tertentu. Kala mempunyai itu maka segala perkara, kritik dan ancaman tidak akan pernah mengendorkan langkah kita untuk melakukan pilihan tindakan kita.
Sebaik apa pun yang kita lakukan pasti ada yang berkomentar dan mengkritik. Apalagi kalau kita melakukan sesuatu yang di luar kerangka umumnya. Kritikan bahkan umpatan akan bertaburan. Namun kala kita punya alasan yang mendasar seperti Tuhan Yesus kita akan terus kuat untuk melangkah dan melakukannya.

Doa:
Tuhan, kuatkan hatiku ketika aku sedang memperjuangkan sesuatu. Semoga aku kuat menghadapi segala sesuatu yang menghadang. Rahmat-Mu meneguhkan langkahku. Berkatilah aku ya Tuhan. Amin.

Alasan tindakan
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: