Jumat, 03 Agustus 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Jumat, 03 Agustus 2018

Jumat, 03 Agustus 2018
by

Percikan Nas
Jumat, 03 Agustus 2018
Hari biasa
warna liturgi Hijau

Bacaan-bacaan:
Yer. 26:1-9; Mzm. 69:5,8-10,14; Mat. 13:54-58. BcO Ayb. 40:6-24; 42:1-6.

Nas Injil:
54 Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: “Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu 55 Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? 56 Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?” 57 Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.” 58 Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.

Percikan Nas:
Sekarang ini banyak daerah menuntut agar pemimpin mereka adalah putera daerah. Kadang alasan putera daerah dijadikan daya jual dalam kampanye. Tuntutan putera daerah sebagai pimpinan tidak hanya terjadi dalam dunia pemerintahan, tetapi juga dalam gereja. Kadang kalau ada kekosongan pemimpin selalu ada kasak-kusuk untuk meminta putera daerah sebagai pemimpin.
Hal berbeda dialami oleh Yesus. Banyak hal telah dibuat oleh Yesus. Ada banyak orang telah disembuhkan. Namun ketika di daerahnya Ia malah ditolak. Orang-orang di daerahnya mengenal siapa Dia dan kemudian menilai rendah Yesus.
Putera daerah atau bukan kiranya tidak perlu menjadi pedoman dasar dalam memilih seorang pemimpin. Yang utama adalah bagaimana kualitas sang calon pemimpin tersebut. Bukan juga sekedar nama besar keluarganya, namun seberapa hebat kerja yang telah dibuat. Belum tentu mereka yang dari keluarga hebat akan menjadi pemimpin hebat, dan belum tentu yang dari keluarga sederhana tidak bisa menjadi hebat. Kualitas dan kinerja calon layak jadi salah satu pedoman kita untuk memilih pemimpin.

Doa:
Bapa, bangsa kami mulai disibukkan lagi dengan urusan pemilu. Banyak kegiatan dan tindakan telah dilakukan walau masa kampanye belum berlangsung. Kami bermohon kepadamu semoga pemilu kami tidak dikuasai oleh kekuatan jahat untuk merekrut pengikut. Semoga rakyat pun cerdas membaca dan memilih. Amin.

Kualitas dan kinerja
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: